Diskusi Local Content
15 Desember 2008 -- 0598/0
Kalau tak telanjur berjanji, tentu aku memilih berhenti menzalimi tubuh, dan mengistirahatkannya Sabtu lalu; setelah dihempas kemolekan alam Minahasa yang tak ampun meliukkan badan di jalan berliku 3 dimensi sejauh nyaris 300 km (pulang pergi) antara Manado - Amurang - Modoinding, disusul penerbangan Manado - Makassar - Cengkareng, dan kemacetan panjang Cengkareng - Jakarta di Jumat malam. Tapi janji adalah janji. So, Sabtu pagi aku sudah meluncur lagi ke Bandung, dan membuat sekedar presentasi singkat dalam perjalanan 2 jam di shuttle Primajasa.
Acara ini bertajuk "Local Content" dan bertempat di Gedung DetikBandung, di Jl Lombok 33. Formatnya informal. Ada 3 speaker, tetapi suasananya tidak resmi. Powerpoint tetap dipakai. Tapi aku lihat, semua materi tidak specially dedicated untuk kegiatan ini. Berbeda dengan Fresh 4, dimana aku dan para panitia masih sibuk mengundangi peserta hingga detik-detik terakhir, pada acara ini tidak ada acara mengundang dengan serius. Jadi peserta pun cukup beberapa belas, termasuk warga kantor Detik Bandung sendiri.
Aku mengawali perbincangan dengan bercerita tentang conceptual age, dan ciri2 yang membedakan conceptual age dengan information age. Dilanjutkan sekilas dengan beberapa challenge. Lalu aku bawakan beberapa hasil survei tentang demand user di Indonesia atas content, termasuk dari berbagai segment. Trus perbincangan ditutup dengan soal infrastruktur bersama. Based on SDP. Selanjutnya Rendy Maulana dari Qwords bercerita tentang best practice dalam pengembangan local content. Pembincang terakhir dari Detik, Donny BU, banyak membandingkan kondisi kita dengan yang di luar, dan dengan demikian memberikan inspirasi langkah2 yang bisa kita lakukan untuk pengembangan local content secara lebih jauh.
Sesi tanya jawab tak terlalu menarik pengunjung untuk bertanya. Mungkin para pengunjung lebih banyak dari rekan2 muda yang baru sekedar ingin tahu tentang local content. Belum dalam tahap mulai ingin membangun atau mengembangkan. Tapi, OK, awal yang baik :). Acara formal ditutup. Kemudian perbincangan2 informal. Aku talk dengan Tsukasa Iga, seorang researcher dari Jepang yang sedang mendalami social networks di Indonesia. Selanjutnya dengan Isman Suryaman, penulis buku Bertanya atau Mati yang kadar candaannya terlalu tinggi itu. Diteruskan dengan Diki Andeas, kartunis Chickenstrip yang selalu rendah hati, menutupi potensi dirinya yang sesungguhnya tinggi sekali. Dan dengan beberapa rekan yang sudah cukup lama kenal, baik di KLuB, Batagor, dan komunitas lain di Bandung.
Belum ada dari pihak speaker atau panitia yang menulis report tentang kegiatan ini. Mungkin sibuk. Tapi tuan rumah Detik sudah menuliskan artikel tentang ini hari ini: Konten Lokal Modal Dengkul. Aku menutup sore dengan dinner yang terlalu cepat di Raffael Ciwalk dengan Yudha, Maya, Diki, dan kemudian juga Adham Somantrie yang kebetulan sedang di Ciwalk. Trus balik ke Jakarta, bawa risoles selusin. Nausea itu kembali. Sebel :).
 
Mail@BandungFlexterorg
14 Mei 2008 -- 0103/0
Lagi berkonsentrasi siapin Speedy Arena, tahu2 tiba2 mendadak sekonyong2 HPku berdentung (bukan berdentang atau berdenting --red). SMS dari Ketua Asroel. Isinya order untuk menyiapkan (a) email dengan domain bandung.flexter.org untuk anggota Flexter Bandung, dan (b) mail list. Hmm, gampangnya sih pakai G-Apps aja. Langsung eksekusi deh.
Jadi sekarang sudah tersedia mail account BANDUNG.FLEXTER.ORG untuk anggota Flexter Bandung. Ketoea Asroel jadi beralamat di asroel@bandung.flexter.org, dan aku sendiri di koen@bandung.flexter.org. Kalau ada request account, sila hoeboengi ketoea Asroel, sehoeboengan sajanja selaloe berpoera-poera siboek :p. Ada 500 account, kurang dikit. Jadi untuk saat ini kelihatannya seluruh anggota bisa kebagian.
Pintu masuk: http://mail.bandung.flexter.org
Mail list, agar tak membebani server, aku pasang di G-Apps juga. Jadi alamatnya MILIS@BANDUNG.FLEXTER.ORG. Sebenernya Asroel lebih suka alamat BANDUNG@FLEXTER.ORG. Tapi aku lagi punya kerjaan lain, jadi ditunda dulu. Sementara pakai MILIS@BANDUNG.FLEXTER.ORG dulu.
Kota2 lain yang membutuhkan service seroepa, sila kontak aku.
Mmm, bikin apa lagi ya?
Bikin masalah :p
 
Bandung Flexter Gathering
11 Mei 2008 -- 011/0
Dibanding kota2 lain, Flexter di Bandung relatif lebih tak terurus, tadinya :). Tapi mudah2an sekarang tidak lagi. Deby ditugaskan untuk mengasuh para Flexter di Bandung (dan Jawa Barat pada umumnya), biar seaktif dan sekreatif Flexter dari Jakarta, Surabaya, Medan, dll. Untuk memilestonekannya, pertama2 kepengurusan Flexter Bandung harus dikukuhkan dulu. Rencana ini mendadak jadi membesar, karena ternyata para Flexter dari berbagai penjuru negeri (belum penjuru dunia --red) pingin meramaikan pengukuhan Flexter Bandung ini. Maka jadilah acara bebeneran :).
Harus diakui peran sentral Deby di acara ini. Para Boss Divre III (untuk tidak menggunakan kata leader) punya kebiasaan memiliki cita2 bagus, lalu membiarkan berlalu. Tapi Deby nggak mau kegiatan ini berlalu. Berkeras mencari dana sampai ke corporate, menengok kegiatan Flexter di kota lain, dan koordinasi yang intensif (jadi nggak jauh beda dengan rapat kantoran) bersama para Flexter Bandung. Yang kemudian juga aktif adalah Anis (URL = ?). Biasanya aku cuman menemani jadi notulis tukang gambar Powerpoint :), kalau kebetulan lagi ada di kantor.
Agendaku barangkali bisa jadi saksi :). Pengukuhan Flexter Bandung direncanakan awal April. "Pokoknya janji bantu ya Koen. Kita wujudkan ya Koen," kata Deby waktu itu. Dan aku tandai di agenda biar jadi target. Tanpa target, tak mungkin tercapai apa2. Tapi target tentu tidak kaku. Tanggal harus digeser jadi akhir April, dan akhirnya 10 Mei. Kali ini tak meleset.
Dibantu dua EO dan terutama oleh keaktifan para Flexter, tugas kami tak terlalu berat lagi. Dengan mengasumsikan bahwa koordinasi itu tidak berat, tentu :). Haha. Aku akhirnya cuman membantu menyiapkan Kuis SMS, bersama Aang yang lagi punya SMS Gateway. Soal gampang, seharusnya. Tapi jadi menegangkan, saat aku tahu bahwa Rendy memindah server pada 9 Mei tengah malam, dan membiarkan informasi domain berpropagasi secara alami. Wow :). Sampai sekarang aku tidak punya akses FTP ke serverku sendiri, dari rumah. Tapi syukurlah dari site, segalanya berjalan lancar.
Acaranya sendiri memakan waktu beberapa hari. Hari Jumat (9 Mei), para tamu dari Jawa Timur mulai datang, dan menginap di Widyaloka Gegerkalong. Berjumatan dan shopping di sekitaran Jl Riau. Malamnya, acara kebersamaan Flexter di Cafe Baraya. Di sini, Flexter berbagai kota saling berkenalan: Medan, Lampung, Jakarta, Semarang, Surabaya, Madiun, Kediri, Malang. Tentu Bandung juga. Lucunya, ternyata ada kaukus Flexter ITB. Tentu mereka juga lalu bergabung dengan Flexter Bandung. Di luar Flexter, kaum blogger dari klub Batagor (Bandung Kota Blogger) juga diundang meramaikan. Ini a.l. sebagai undangan balasan karena pada kegiatan bebersih sebelumnya, Batagor telah mengajak Flexter menjadi aktor bersama. Budaya antar daerah cukup tampak. Jakarta yang classy dan sekaligus trendy; Bandung yang masih malu2; dan Jawa Timur yang bonex hip hip ceriaaaaa. Pas buat menyatukan hati. Oh, hadir juga Bapak Flexter Indonesia: Kang Usma.
Sayangnya aku nggak bergabung di acara Sabtu (10 Mei) pagi. Aku memilih testing perangkat di BEC untuk persiapan acara malamnya.
Malamnya, di BEC, adalah acara resmi Pengukuhan. Seharusnya. Tapi tentu keceriaan dan kebonexan para Flexter membuat acara resmi pun jadi acara "asyiknya rame rameeeeee." Ada acara gerebek Flexi segala, yang meminta pengunjung BEC mengganti kartu CDMA entah apa milik mereka jadi kartu Flexi nan keren itu. Baru acara Kompetisi SMS yang menggunakan Gateway 7003. Ah, nggak seru dicaritakan. Lebih seru disaksikan dan dinikmati aliran kebersamaannya.
Acara berlangsung sampai cukup larut. Di pojokan, para anggota Batagor sibuk menulis live blogging mengenai acara ini. Foto ... nunggu kiriman Joe aja deh. Aku tak sempat bikin foto2, kecuali waktu acara sudah ditutup :).
Flexter, selamat berjuang. Ciptakan dunia yang lebih baik dan lebih ceria!
 
Ramuan Flexter + Blogger
01 Mei 2008 -- 011/0
Jadi gimana akhirnya kalau beberapa komunitas yang berbeda karakteristik kita pertemukan?
Baik-baik saja. Terima kasih.
Dan bukan cuman baik2 saja, tetapi keceriaan yang ... berlebihaaaaan.
Itulah yang akhirnya terjadi pada event Bebersih Bandung di Taman
Lansia pada 27 April lalu. Flexter Bandung yang solid, ramah, tapi agak
tertutup; bekerja bareng blogger Batagor yang narsistik sekaligus
sosialistik dan bertoleransi tinggi (wakaka). Diramaikan pula dengan
KLuB -- para hacker yang lebih cinta keyboard daripada .... mouse
(hahaha). Plus para barrista Starbucks yang biarpun di cafe selalu
bergaya ramah dan friendly, tapi di lapangan jadi ngocol abisss. OK,
deskripsi dipause dulu. Bayangkan dulu kombinasi semacam itu terjadi di
sebuah lapangan dekat Gasibu pada hari Minggu, dan mereka bersatu untuk
... memungut sampah.
Judulnya absurd, paradox, atau surrealist? Bukan! Judulnya keceriaan
abisssss :) :). Mereka bisa larut jadi satu kesatuan, biarpun tadinya
dipaksa dulu. Aku sih yang maksa, dengan memisah mereka jadi kelompok
yang majemuk untuk jadi tim pemungut sampah (atau Akismet, menurut
istilah Batagor, dianalogikan dengan akismet yang rajin memungut spam
dari comment blog). Di akhir cerita, Kang Asroel calon ketua Flexter
Bandung memasukkan diri sebagai anggota Batagor, sementara Jaka a.k.a.
Debe si ketua Batagor juga bergabung ke Flexiland menjadi Flexter.
Kumpulan laporan para peserta: KOEN.TELKOM.US
Ini jadi weekend yang sangat menarik untuk menutup bulan April. Bulan
April jadi kayak bulan komunitas -- diawali dengan bersatunya
komunitas2 IT untuk mensikapi baru berlakunya UU ITE, yang disusul
testing pihak pemerintah yang mulai mencoba2 melakukan penyensoran di
Internet. Diwarnai segala oleh seorang asbun yang mengompori, dan
mencoba memutus hubungan baik pemerintah (d.h.i Depkominfo) dengan
komunitas IT (blogger dan hacker). Berkait dan tak berkait dengan itu,
kegiatan2 komunitas jadi cukup semarak. Di Surabaya aku sempat ikut
melihat komunitas Flexter juga. Dan, kayak yang aku tulis tadi,
kegiatan Taman Lansia ini bisa jadi penutup bulan yang menarik.
Tapi kayaknya bulan Mei cukup seru juga. Hmmm, lain kali deh ditulis. Biar blog ini agak cukup rutin ditulis.
 
Bandung Multicommunities Landcoffee
24 April 2008 -- 08/0
Setiap bulan Batagor (Bandung Kota Blogger) berkopdar (=kopi darat = land coffee) resmi dalam bentuk bebersih — beberapa menit menjauh dari keyboard dan mouse untuk melakukan aksi nyata. Kok bukan demo ke parlemen dan mengusulkan UU Kebersihan Nasional Lahir Batin? Wakakaka. Ini blogger, bukan badut tukang demo.
Bulan ini, kopdar diupayakan untuk digabungkan dengan komunitas-komunitas lain di dalam dan di luar Bandung. Yang sudah menyatakan resmi bergabung adalah Starbucks (yang juga sering melakukan aksi sosial dan kemanusiaan, dengan syarat tanpa publikasi). Mengingat kegiatan ini rawan publikasi (blogger gitu loh), nampaknya Starbucks memilih untuk menyumbang kopi sedap untuk peserta kopdar (merangkap pemulung temporer) ini. Juga sudah resmi bergabung adalah Flexter Pivijis Bandung (penghuni social network MYFLEXILAND.COM). Wisnu of KLuB mudah2an bersedia mengajak KLuB bergabung.
Tapi belum rame. Jadi kita perlu komunitas2 lain untuk bergabung. Ayo, para komunitas online dan offline: blogger, junker, hacker, cracker, coder, cypher, explorer, dll. Kita tinggalkan keyboard dan mouse kita beberapa jam, MINGGU 27 APRIL, pukul 08.00 - 12.00 di TAMAN LANSIA GEDUNG SATE BANDUNG, untuk BERKENALAN ANTAR KOMUNITAS dan BEBERSIH TAMAN.
Disponsori oleh … ANDA SENDIRI :).
 




