1. Padamu negeri, kami berbakti.
  2. Padamu negeri, kami mengabdi.
  3. Padamu negeri, kami berjanji:

Kita Masih Punya Negeri Ini

20 Mei 2008 -- 02/0

 

Doel Pikat

19 Mei 2008 -- 06/0

Wakakaka, duh jadi pingin ketawa. Ternyata template blog ini didulpikat ke RedEagle.MyFlexiLand.com. Kreatif, kreatif. Lucunya, biar nama Koen hilang, maka logonya diambil dari Flexi.Telkom.TV :).

Mestinya aku buatin versi RedEagle aja kali ye :). Sayangnya nggak boleh :). Kayak yang aku tulis waktu pertama kali mengangkat template ini; template XHTML yang asli itu aku beli dari Andreas Viklund. Penggunaan sebuah template yang dibeli di sana hanya boleh untuk 1 orang, dan memang tidak harus melink balik ke nama dan alamat web Viklund. Tadinya template ini memang dibeli untuk TELKOM.TV (dan keluarganya). Tapi aku mau mengubah TELKOM.TV; jadi aku pakai template ini untuk KUNCORO.EU dan keluarganya (termasuk KOEN.MYFLEXILAND.COM dan nantinya juga KUNCORO.CO.UK -- yang sekarang pakai template Viklund juga).

Membuat template untuk Flexiland sendiri amat sangat gampang. Sebuah template HTML dan CSS biasa tinggal ditambahi tanda2 field, sesuai petunjuk di halaman template. Ini proyek yang memakan kurang dari 1 jam; kalau template gambarnya sudah ada. Yang dulu jadi masalah, kenapa aku perlu semingguan sebelum bisa memasang template adalah:

  1. Percobaan pertama, MyFlexiLand menampilkan error Zip_Open. So, masalah internal. Aku tunda beberapa hari.
  2. Percobaan kedua, masih error. Aku pikir kelanjutan dari nomor 1. Tunda lagi.
  3. Percobaan ketiga; gara2 penasaran. Nama direktori (koen.myflexiland.com) diganti jadi kuncoro (tanpa tanda titik). Eh, ternyata bisa. Dan langsung posting pertama, seolah2 upload template itu gampang. Padahal nunggu berhasilnya memakan waktu berhari2. Haha.
Hmm, jadi pingin bikin agregator untuk blog yang di MyFlexiland. Tapi bisa menunggu lain hari deh. Menunggu dunia blog para Flexter sudah mulai sedikit mature, tak jauh tertinggal dibandingkan dunia blogging di luar sana. Ayoo, semua, rajin menulis :) :) :).

 

Elsa

18 Mei 2008 -- 02/0

Elsa, dan Lohengrin, menutup hari yang penuh kelelahan sia2 ini, dengan kelembutan khas Wagner. Kelembutan yang ditampilkan dengan kekuatan. Pun jika yang kau miliki di dunia ini penuh keterbatasan semata, gunakan kekuatan dari nurani dan akal budimu untuk membuat dunia yang lebih tercerahkan.

Nada2 dari pembukaan Lohengrin, kata seorang teman dari tepi laut Baltik sana, adalah nada terindah sedunia. Aku belum pernah mendengarkan nada sedunia, jadi tidak punya hak untuk memastikan. Tapi buat aku, ini memang satu dari nada terindah di dunia. Membayangkan bahwa tadinya aku diajak menunda mendengarkan satu opera Wagner ini, demi musik murahan Dhani dan Mulan, membuatku agak mual dikit.

Ya, siang tadi aku dijebak untuk ikut acara Ultah Radio Ardan. Sekilas membaca tawaran acara, bukan saja membuatku pingin menolak, tapi barangkali memilih kabur ke sisi bumi yang lain. Tapi aku diminta untuk menyiapkan Kuis SMS di acara ini. Jadi aku terpaksa datang ke Sabuga. Kuis dikendalikan dari sebuah petak kecil, bersama dengan pameran Speedy; yang diletakkan antara Flexi dan Ngopi Doeloe. Mulanya lancar sahaja. Aku tes, semuanya baik. Tapi tak lama, mendadak pasukan Speedy memutuskan pindah ke lokasi lain (Be Mall). Kelihatannya karena mereka diberi ID Card hanya satu, jadi khawatir dengan keamanan perangkat kalau dijaga hanya oleh 1 orang yang merangkap marketing. Hampir semua perangkat dicabut. Tapi dengan alasan persahabatan, mereka meninggalkan 1 notebook dan satu hotspot buatku, cukup untuk meneruskan acara Kuis SMS. Dan jadilah aku di slot kosong; yang malah jadi diisi konsumen kafe Ngopi Doeloe, yang asik menikmati kopi dan rokok mereka. Ya, di tempat jorok ini, rokok tak dilarang. Karena rokok ini malah jadi sponsor utama. Dunia yang degil. Asthmaku mulai terpicu.

Tempatnya cukup ramai. Pengunjung dari kalangan ABG mulai masuk, berlarian mencari pintu masuk dengan antrian terpendek. Senang juga menontoni makhluk-makhluk lincah :). Dan lewat juga 18 manusia yang disebut sebagai 18 Cantik. Haha, aku jadi pingin tahu apa sih kriteria untuk melabeli mereka cantik :). Kalau boleh ikut menilai, para pengunjung malah banyak yang lebih cantik. Tapi biar deh, bukan urusanku.

Sekitar jam-D, Kuis dimulai. Pakai 'sekitar,' karena aku tak dibekali run down acara. Aku juga belum tahu bagaimana cara panitia mengkomunikasikan adanya Kuis ini. Jumlah SMS yang masuk bisa dihiting dengan jari tangan. Dengan asumsi ada 10 jari di tangan, maka artinya jumlah SMS kurang dari 2 pangkat 10, atau kurang dari 1024. Ya, kurang jauh dari itu :).

Eh, sialan, aku malah cerita. Udah ah, aku sudahi sebelum aku menulis lebih banyak kesia2an hari ini. Menikmati Lohengrin dan jahe panas lebih menarik buat malam ini. Tapi, ugh, baru ingat, aku belum makan. Tidak ada konsumsi di sana hari ini, selain beli kopi enak di Ngopi Doeloe. Ah, iya, ada Ngopi Doeloe. Itu satu2nya hal yang baik di Sabuga hari ini :).

 

Mail@BandungFlexterorg

14 Mei 2008 -- 08/0

Lagi berkonsentrasi siapin Speedy Arena, tahu2 tiba2 mendadak sekonyong2 HPku berdentung (bukan berdentang atau berdenting --red). SMS dari Ketua Asroel. Isinya order untuk menyiapkan (a) email dengan domain bandung.flexter.org untuk anggota Flexter Bandung, dan (b) mail list. Hmm, gampangnya sih pakai G-Apps aja. Langsung eksekusi deh.

Jadi sekarang sudah tersedia mail account BANDUNG.FLEXTER.ORG untuk anggota Flexter Bandung. Ketoea Asroel jadi beralamat di asroel@bandung.flexter.org, dan aku sendiri di koen@bandung.flexter.org. Kalau ada request account, sila hoeboengi ketoea Asroel, sehoeboengan sajanja selaloe berpoera-poera siboek :p. Ada 500 account, kurang dikit. Jadi untuk saat ini kelihatannya seluruh anggota bisa kebagian.

Pintu masuk: http://mail.bandung.flexter.org

Mail list, agar tak membebani server, aku pasang di G-Apps juga. Jadi alamatnya MILIS@BANDUNG.FLEXTER.ORG. Sebenernya Asroel lebih suka alamat BANDUNG@FLEXTER.ORG. Tapi aku lagi punya kerjaan lain, jadi ditunda dulu. Sementara pakai MILIS@BANDUNG.FLEXTER.ORG dulu.

Kota2 lain yang membutuhkan service seroepa, sila kontak aku.

Mmm, bikin apa lagi ya?

Bikin masalah :p

 

Hari Esok Bukan Hari Ini

13 Mei 2008 -- 00/0

Ini cerita ribuan tahun yang lalu, waktu aku baru bergabung dengan Telkom. Aku ditempatkan di Pengendalian Network. Bagian ini, sesuai namanya, melakukan surveillance atas network Telkom, yaitu core network yang menghubungkan sentral2. Tentu aku harus banyak bermain dengan network elements, yaitu perangkat sentral dan transmisi. Bandung waktu itu memiliki belasan sentral EWSD dari Siemens, dan satu sentral 5ESS dari Lucent. Banyak rekan2 senoir yang sudah mahir di EWSD. Aku coba belajar di situ, tapi tak terlalu diterima rekan2 senior. Akhirnya aku main di 5ESS, dengan beberapa rekan sentral yang baru sama2 belajar.

Sistem data di 5ESS sangat UNIX, jadi lebih mudah diolah kembali. Aku banyak membuat software2 pengolah data trafik, menjadi informasi network. Software ini dianggap berguna oleh rekan2 5ESS, dan disebarkan ke beberapa kota yang sudah menggunakan 5ESS: Medan, Batam, Semarang, Surabaya, dan Jakarta. Tak lama, seorang rekan di Batam menyatakan berminat melakukan modifikasi program, dan meminta source-nya. Aku kirim via BBS. Tapi kemudian kebutuhan modifikasi di Batam cukup banyak, dan aku diundang ke Batam untuk melakukan modifikasi program sesuai kebutuhan setempat. Ini kemudian jadi trend, dan aku diundang ke Medan, Semarang, Surabaya, dan Jakarta. Di tiap kota, aku tinggalkan program dan source-nya. Aku sambil minta mereka melakukan standardisasi kalkukasi dan output. Akhirnya bisa juga standar itu dibuat, dan semua kota memiliki standar yang sama. Standardisasi kalkulasi, dan rationale-nya, kemudian dibakukan sebagai bakuan Telkom.

Tak berhenti, aku membuat program post-processing untuk output data dari 5ESS dan EWSD. Oh, pada saat itu, aku sudah bisa masuk ke EWSD, karena dianggap sudah punya suara dan bisa supressing suara2 senior yang minor. Sekarang semuanya jadi terolah bersama, dan menghasilkan keluaran yang mudah. Trafik mendadak jadi hal yang diminati banyak pihak: dia bisa mengamati perilaku customer tunggal, kelompok customer, customer per region, dll. Seorang senior yang dulu ikut nyinyir sekarang jadi sahabat, dan jadi penasehat bidang per-EWSD-an.

Tapi sang senior suatu hari sadar bahwa aku doyan bagi2 source code. Menurut dia, itu salah besar. Kalau orang lain memegang source, nanti mereka nggak memerlukan kita lagi, katanya. Wow :). Ide baru :). Aku berkilah dengan bilang bahwa hari esok bukan hari ini. Source kita biar dimainin orang lain; dan besok kita bikin source baru, proyek baru, dan keasikan baru. Dia cuman geleng2, nggak percaya. Tapi memang beliau ternyata punya prinsip yang buat aku agak2 aneh. Ilmunya banyak, tapi dia curiga pada pendatang, jadi jarang bisa sharing ilmu dengan bebas. Sementara network adalah dunia yang tengah berevolusi. Sentral TDM sudah di akhir hayat. Telekomunikasi tengah mengalih ke Internet. Tak betah dengan situasi, sang senior akhirnya pindah ke Bakrie Telecom, jadi pejabat di peresiaan.

Ya sudah. Mudah2an damai ia di sana. Dan kita yang ditinggalkan beroleh ketabahan. Sementara itu, hari esok memang bukan hari yang kemarin. Network pindah jadi packet network, broadband, multiprotocol, mobile pula :). Dan benar2 banyak hal2 menarik di hari ini dan di hari esok. Aku bersyukur untuk memilih tidak membawa beban yang tak perlu untuk melesat ke hari yang lain.

 

Bandung Flexter Gathering

11 Mei 2008 -- 07/0

Dibanding kota2 lain, Flexter di Bandung relatif lebih tak terurus, tadinya :). Tapi mudah2an sekarang tidak lagi. Deby ditugaskan untuk mengasuh para Flexter di Bandung (dan Jawa Barat pada umumnya), biar seaktif dan sekreatif Flexter dari Jakarta, Surabaya, Medan, dll. Untuk memilestonekannya, pertama2 kepengurusan Flexter Bandung harus dikukuhkan dulu. Rencana ini mendadak jadi membesar, karena ternyata para Flexter dari berbagai penjuru negeri (belum penjuru dunia --red) pingin meramaikan pengukuhan Flexter Bandung ini. Maka jadilah acara bebeneran :).

Harus diakui peran sentral Deby di acara ini. Para Boss Divre III (untuk tidak menggunakan kata leader) punya kebiasaan memiliki cita2 bagus, lalu membiarkan berlalu. Tapi Deby nggak mau kegiatan ini berlalu. Berkeras mencari dana sampai ke corporate, menengok kegiatan Flexter di kota lain, dan koordinasi yang intensif (jadi nggak jauh beda dengan rapat kantoran) bersama para Flexter Bandung. Yang kemudian juga aktif adalah Anis (URL = ?). Biasanya aku cuman menemani jadi notulis tukang gambar Powerpoint :), kalau kebetulan lagi ada di kantor.

Agendaku barangkali bisa jadi saksi :). Pengukuhan Flexter Bandung direncanakan awal April. "Pokoknya janji bantu ya Koen. Kita wujudkan ya Koen," kata Deby waktu itu. Dan aku tandai di agenda biar jadi target. Tanpa target, tak mungkin tercapai apa2. Tapi target tentu tidak kaku. Tanggal harus digeser jadi akhir April, dan akhirnya 10 Mei. Kali ini tak meleset.

Dibantu dua EO dan terutama oleh keaktifan para Flexter, tugas kami tak terlalu berat lagi. Dengan mengasumsikan bahwa koordinasi itu tidak berat, tentu :). Haha. Aku akhirnya cuman membantu menyiapkan Kuis SMS, bersama Aang yang lagi punya SMS Gateway. Soal gampang, seharusnya. Tapi jadi menegangkan, saat aku tahu bahwa Rendy memindah server pada 9 Mei tengah malam, dan membiarkan informasi domain berpropagasi secara alami. Wow :). Sampai sekarang aku tidak punya akses FTP ke serverku sendiri, dari rumah. Tapi syukurlah dari site, segalanya berjalan lancar.

Acaranya sendiri memakan waktu beberapa hari. Hari Jumat (9 Mei), para tamu dari Jawa Timur mulai datang, dan menginap di Widyaloka Gegerkalong. Berjumatan dan shopping di sekitaran Jl Riau. Malamnya, acara kebersamaan Flexter di Cafe Baraya. Di sini, Flexter berbagai kota saling berkenalan: Medan, Lampung, Jakarta, Semarang, Surabaya, Madiun, Kediri, Malang. Tentu Bandung juga. Lucunya, ternyata ada kaukus Flexter ITB. Tentu mereka juga lalu bergabung dengan Flexter Bandung. Di luar Flexter, kaum blogger dari klub Batagor (Bandung Kota Blogger) juga diundang meramaikan. Ini a.l. sebagai undangan balasan karena pada kegiatan bebersih sebelumnya, Batagor telah mengajak Flexter menjadi aktor bersama. Budaya antar daerah cukup tampak. Jakarta yang classy dan sekaligus trendy; Bandung yang masih malu2; dan Jawa Timur yang bonex hip hip ceriaaaaa. Pas buat menyatukan hati. Oh, hadir juga Bapak Flexter Indonesia: Kang Usma.

Sayangnya aku nggak bergabung di acara Sabtu (10 Mei) pagi. Aku memilih testing perangkat di BEC untuk persiapan acara malamnya.

Malamnya, di BEC, adalah acara resmi Pengukuhan. Seharusnya. Tapi tentu keceriaan dan kebonexan para Flexter membuat acara resmi pun jadi acara "asyiknya rame rameeeeee." Ada acara gerebek Flexi segala, yang meminta pengunjung BEC mengganti kartu CDMA entah apa milik mereka jadi kartu Flexi nan keren itu. Baru acara Kompetisi SMS yang menggunakan Gateway 7003. Ah, nggak seru dicaritakan. Lebih seru disaksikan dan dinikmati aliran kebersamaannya.

Bandung Flexter Gathering


Acara berlangsung sampai cukup larut. Di pojokan, para anggota Batagor sibuk menulis live blogging mengenai acara ini. Foto ... nunggu kiriman Joe aja deh. Aku tak sempat bikin foto2, kecuali waktu acara sudah ditutup :).

Flexter, selamat berjuang. Ciptakan dunia yang lebih baik dan lebih ceria!

 

Ke Surabaya Lagi

03 Mei 2008 -- 02/0

Weekend y.a.d, Flexter Surabaya, Jakarta, dan beberapa kota lain akan menyerbu Bandung. Ini kita koordinasikan Jumat malam lalu. Info lebih lanjut di blog Oom Asroel aja. Jadi aku juga siap2 akan melakukan infiltrasi ke Surabaya. Haha, nggak ada hubungannya dink.

Besok pagi aku berangkat ke Surabaya. Ada acara berjudul WOCN 2008. Acara ini akan tidak menarik dibanding kegiatan para Flexter yang selalu ceria, peduli sosial, dan memihak kaum lemah (Insya Allah). Di WOCN 2008, para engineer dari berbagai institusi pendidikan dan industri dari seluruh dunia akan memaparkan inovasi mereka di bidang komunikasi wireless dan optik, dari layer fisik, network, sampai aplikasi. WiMAX, 4G, QoS, context awareness, dll, sampai hal2 klasik semacam atenuasi propagasi (yang langsung memanggil kembali kenangan buruk akan kuliah yang nggak pernah ada kesimpulannya zaman dulu).

Acara akan berlangsung 3 hari. Hari 1 di ITS, hari 2 dan 3 di Hyatt Regency. Nomor Combo-ku di Surabaya akan diinformasikan setibanya aku di Surabaya, setelah beli pulsa. Duh, ini Flexi tinggal berisi pulsa bonus euy :).

 

Ramuan Flexter + Blogger

01 Mei 2008 -- 05/0

Jadi gimana akhirnya kalau beberapa komunitas yang berbeda karakteristik kita pertemukan?
Baik-baik saja. Terima kasih.

Dan bukan cuman baik2 saja, tetapi keceriaan yang ... berlebihaaaaan.

Itulah yang akhirnya terjadi pada event Bebersih Bandung di Taman Lansia pada 27 April lalu. Flexter Bandung yang solid, ramah, tapi agak tertutup; bekerja bareng blogger Batagor yang narsistik sekaligus sosialistik dan bertoleransi tinggi (wakaka). Diramaikan pula dengan KLuB -- para hacker yang lebih cinta keyboard daripada .... mouse (hahaha). Plus para barrista Starbucks yang biarpun di cafe selalu bergaya ramah dan friendly, tapi di lapangan jadi ngocol abisss. OK, deskripsi dipause dulu. Bayangkan dulu kombinasi semacam itu terjadi di sebuah lapangan dekat Gasibu pada hari Minggu, dan mereka bersatu untuk ... memungut sampah.

Judulnya absurd, paradox, atau surrealist? Bukan! Judulnya keceriaan abisssss :) :). Mereka bisa larut jadi satu kesatuan, biarpun tadinya dipaksa dulu. Aku sih yang maksa, dengan memisah mereka jadi kelompok yang majemuk untuk jadi tim pemungut sampah (atau Akismet, menurut istilah Batagor, dianalogikan dengan akismet yang rajin memungut spam dari comment blog). Di akhir cerita, Kang Asroel calon ketua Flexter Bandung memasukkan diri sebagai anggota Batagor, sementara Jaka a.k.a. Debe si ketua Batagor juga bergabung ke Flexiland menjadi Flexter.

Kumpulan laporan para peserta: KOEN.TELKOM.US

Ini jadi weekend yang sangat menarik untuk menutup bulan April. Bulan April jadi kayak bulan komunitas -- diawali dengan bersatunya komunitas2 IT untuk mensikapi baru berlakunya UU ITE, yang disusul testing pihak pemerintah yang mulai mencoba2 melakukan penyensoran di Internet. Diwarnai segala oleh seorang asbun yang mengompori, dan mencoba memutus hubungan baik pemerintah (d.h.i Depkominfo) dengan komunitas IT (blogger dan hacker). Berkait dan tak berkait dengan itu, kegiatan2 komunitas jadi cukup semarak. Di Surabaya aku sempat ikut melihat komunitas Flexter juga. Dan, kayak yang aku tulis tadi, kegiatan Taman Lansia ini bisa jadi penutup bulan yang menarik.

Tapi kayaknya bulan Mei cukup seru juga. Hmmm, lain kali deh ditulis. Biar blog ini agak cukup rutin ditulis.